Rekayasa transportasi pdf




















Browse Wishlist. The product is already in the wishlist! Description Additional information Reviews 0 Pemecahan masalah transportasi yang semakin kompleks saat ini cenderung bersifat reaktif, sektoral, partial, tidak konsisten serta tidak menyeluruh. Weight 1. Reviews There are no reviews yet. Related Products New Hot. Add to cart. Dinamika Struktur Rp Perencanaan Pelabuhan Rp Media Sosial dan Perencanaan Kota Rp Bagi kepentingan masyarakat maupun pemerintah, maka diatur ketentuan ketentuan mengenai prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, yang antara lain meliputi klas jalan, jaringan lalu lintas angkutan barang, fasilitas pejalan kaki, terminal penumpang dan barang, fasilitas penyebrangan, fasilitas parkir, rambu-rambu, marka-marka, alat pemberi isyarat lalu lintas dll yang merupakan unsure penting dalam menyelenggarakan lalu lintas dan angkutan jalan guna memberikan perlindungan keselamatan, keamanan, kemudahan serta kenyamanan bagi pengguna jalan.

Secara umum sasaran dari rekayasa lalu lintas adalah untuk mengatur lalu lintas dijalan raya yang ditimbulkan oleh adanya pergerakan dari alat-alat angkutan, dengan menggunakan prinsip-prisip ilmiah, alat-alat, cara-cara, teknik-teknik dan penemuan- penemuan, sehingga dapat dijamin pergerakan manusia dan barang dengan aman, cepat, leluasa dan nyaman, sehingga apabila ditinjau dari sudut ekonomi akan diperoleh suatu biaya angkutan yang minimum.

Latar belakang kebutuhan akan perpindahan dalam suatu masyarakat, baik orang maupun barang menimbulkan pengangkutan. Untuk itu diperlukan alat-alat angkut, dan pergerakan alat-alat angkut tersebut secara keseluruhan menimbulkan lalu lintas. Derajat kebutuhan akan angkutan menunjukan aktivitas masyarakat dengan demikian perkembangan lalu lintas mengikuti perkembangan masyarakat yang bersangkutan.

Pertumbuhan volume lalu lintas yang cepat menyebabkan jalan-jalan menjadi macet dan angka rata-rata kecelakaan pada pertemuan jalan baik dikota atau didaerah menjadi tinggi. Untuk menjawab semua tantangan atau problema tersebut maka diperlukan analisa dan studi lalu lintas yang diperlukan untuk perencanaan dan pemeliharaan jalan guna sebagai dasar pendekatan konstruktif dan pendekatan pembatasan, sehingga jalan-jalan yang ada dan jalan - jalan yang baru dapat digunakan secara efisien.

Arus lalu lintas adalah hasil dari pengaruh gabungan antara manusia, kendaraan dan jalan. Manusia sebagai pengemudi dan pejalan kaki dalam keadaan normal mempunyai kemampuan dan kesiagaan yang berbeda-beda waktu reaksi, konsentrasi dll. Dalam suatu arus lalu lintas jalan raya tabiat dan kelakuan seseorang merupakan faktor yang sangat penting yang menentukan karakter dari lalu lintas tersebut.

Prilaku dan sifat-sifat pengemudi. Penglihatan pengemudi sangat berpengaruh pada design, traffic operation, seperti design daripada pengukuran, warna serta penempatan tanda-tanda lalu lintas, design alignment jalan dll. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini: b Pendengaran.

Untuk pengemudi pendengaran tidak begitu penting, akan tetapi merupakan sutau masalah untuk pejalan kaki. Waktu reaksi adalah waktu yang dipergunakan antara melihat, mendengar atau merasakan dan mengerjakan sesuatu sebagai tanggapan terhadap sesuatu rangsangan.

Rangsangan-rangsangan yang cukup kuat baik melalui mata, telinga maupun badan, sedemikian rupa sehingga memerlukan untuk ditelaah. Waktu yang diperlukan untuk proses ini disebut waktu sadar. Penelaahan terhadap rangsangan sering tidak langsung berhasil, tetapi melalui proses pemikiran, proses ini disebut intelection proces. Emosi adalah merupakan proses penanggapan terhadap rangsangan setelah proses perception dan intelection. Kemampuan untuk mengambil sesuatu tindakan sesuai dengan pertimbangan- pertimbangan yang diambil.

Untuk keperluan perencanaan digunakan waktu PIEV sebesar 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya waktu reaksi antara lain, keadaan cuaca, waktu, penerangan, kondisi badan, kondisi mental, penyakit, mabuk, keinginan, kelainan jasmani, kebiasaan dll.

Jarak pandangan adalah panjang bagian jalan didepan pengemudi yang masih dapat dilihat dengan jelas, diukur dari titik kedudukan pengemudi. Untuk mendapat jarak pandangan yang cukup, siperencana harus menyesuaikan rencana pada 2 hal yaitu: 1 Jarak pandangan henti.

Jarak yang diperlukan oleh kendaaraan untuk berhenti. Hal ini ditentukan oleh 2 bagian jarak yaitu : a Jarak PIEV, yaitu jarak yang diperlukan oleh kendaraan dari saat pengemudi melihat suatu penghalang dimana diperlukan untuk berhenti, sampai saat pengemudi mulai menginjak rem. Panjang bagian jalan yang diperlukan oleh pengemudi suatu kendaraan untuk melakukan gerakan menyiap kendaraan lain yang lebih lambat dengan aman.



0コメント

  • 1000 / 1000